SEJARAH BERDIRINYA PERSADA

Pengiriman mahasiswa ke luar negeri sebelum Perang Dunia II maupun pasca perang didorong untuk memperlancar proses alih teknologi dari negara tempat menimba ilmu tersebut. Kita lihat banyak pengiriman mahasiswa dari negara-negara Asia ke Eropa. Contoh sukses Jepang sejak jaman pembaharuan Meiji telah berhasil menimba kecakapan dan keterampilan dalam bidang bidang teknik industri, manajemem, administrasi dan kemiliteran lewat pengiriman mahasiswa ke luar negeri yang akhirnya memacu kemampuan mereka menjadi negara maju.

Di Indonesia sejak berdirinya Budi Utomo tahun 1908 banyak putra-putri Indonesia yang belajar ke Eropa, terutama Negeri Belanda, seperti Bung Hatta dan kawan-kawan. Nilai tambah disamping menuntut ilmu, mereka merasakan alam demokrasi dan suasana merdeka di Bumi Eropa. Hal hal ini menjadi cambuk dan pendobrak serta membangkitkan semangat patriotik dan anti penjajah yang menjadikan bibit melawan kolonial Belanda.

Sejak tahun 1933 sudah ada beberapa mahasiswa Indonesia yang bermukim di Jepang dan di tahun yang sama telah berdiri organisasi Serikat Indonesia (SI) di Tokyo yang mempunyai koordinasi yang baik dengan rekan-rekan mereka yang berada di Eropa. Terbukti pada tahun 1933 kunjungan rombongan Bung Hatta ke Jepang yang membangkitkan semangat patriotik dan anti penjajahan dalam menuju cita-cita Indonesia merdeka.

Gerakan dan usaha patriotik mahasiswa Indonesia di Jepang setelah diproklamirkan Proklamasi 17 Agustus 1945 antara lain :

  1. Pendekatan / lobying yang dilakukan kepada tokoh / pemuka Jepang agar segera mengakui kemerdekaan Indonesia.
  2. Mengkoordinir demonstrasi mengutuk agresi tentara Belanda terhadap wilayah Indonesia di Hibiya Park, Tokyo dua kali dipimpin Alm. Bapak Umarjadi Njotowijono (belakangan Ketua Umum BPP-PERSADA yang pertama), tahun 1947 dan 1949 diikuti 300 pemuda dan mahasiswa dan diikuti oleh simpatisan orang Jepang dan mahasiswa asing di Tokyo.
  3. Menyampaikan petisi ke Dewan Keamanan PBB agar : a. Mencabut keanggotaan Belanda karena agresinya ke wilayah Indonesia. b. Mengakui proklamasi Republik Indonesia tanpa syarat.

Petisi ini disampaikan pada tanggal 4 Januari 1949 yang ditanda-tangani oleh Bapak Sudarmo Martonagoro dan Bapak Dailami Hasan.

Secara berangsur usai Perang Dunia II dan Indonesia memperjoangkan kemerdekaannya sejak tahun 1947, pemuda Indonesia kembali ke Tanah Air. Banyak diantara mereka yang bergabung dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) melawan agresi Belanda antaranya Alm. Jenderal TNI (Purn) DR.H. Yoga Soegomo Mantan Ketua Umum BPP-PERSADA, Brigjen TNI ( Purn ) Drs. W.D. Sukisman, Mantan Rektor Universitas Darma PERSADA (UNSADA) dan yang meninggal dunia dimedan laga seperti Bapak Soepadi, ketika agresi kedua. Tahun 1952 dan 1953 dengan PP-32 Indonesia mengirimkan tentara pelajar untuk melanjutkan pendidikannya di Jepang dan mereka disambut oleh pimpinan Serikat Indonesia ketika itu diantaranya Bapak Hasan Rahaya, Mantan Sekretaris Jenderal BPP-PERSADA, dan mulai tahun 1953, Serikat Indonesia diganti menjadi Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) pada tahun 1959 dibawah Ketuanya Alm. Bapak Gandung Hartono.

Barulah sejak tahun 1960 selama 5 tahun berturut-turut, Pemerintah Indonesia lewat Departemen Pendidikan dan Kebudayaan mengirim sejumlah besar mahasiswa dan trainee untuk memperdalam berbagai disiplin ilmu. Karena jumlahnya yang cukup besar dan ditambah dengan semangat ke-veteran-an, PPI-Jepang menjadi teladan dan panutan PPI-PPI lainnya, para mahasiswa maupun trainee tidak saja menekuni disiplin ilmu yang mereka tuntut dan keterampilan olahraga / kesenian, juga merupakan ujung tombak Republik Indonesia di Jepang dalam berbagai kegiatan seperti perebutan Piala Thomas tahun 1963 di Tokyo dan demonstrasi Karel Doorman ke Kedutaan Belanda di Tokyo. Dari berbagai unsur pergerakan diatas, maka lahirlah PERSADA (Perhimpunan Alumni Dari Jepang).

Pada tanggal 5 Juli 1963 PERSADA (Persatuan Alumni Dari Jepang ) didirikan sebagai suatu wadah tempat bersatunya para pelajar/mahasiswa/trainees Indonesia dari semua angkatan/ rombongan, baik yang datang untuk belajar sebelum proklamasi dan setelah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, baik dengan beasiswa pemerintah/swasta dan lainnya.

Pada tanggal 17 Juli 1963 bertempat di Ball Room Hotel Duta Indonesia diadakan malam resepsi berdirinya PERSADA dan pengumuman susunan pengurus yang pertama dengan Ketua Umumnya Alm. Bapak Umarjadi Njotowijono. PERSADA didirikan sebagai wadah untuk membina persatuan dan kesatuan alumni dari Jepang serta untuk membantu pemerintah dalam mensukseskan programnya sesuai dengan disiplin ilmu yang dituntut oleh masing - masing anggota dan bukan untuk polarisasi dan penggolongan yang mengkotak-kotakan alumni dari Jepang dengan alumni dari negara-negara lain.

Para alumni menyadari, bahwa keberhasilan menimba ilmu di Jepang adalah berkat perhatian pemerintah Indonesia dengan dana yang disediakan oleh rakyat Indonesia. Para alumni sangat berhutang budi kepada pemerintah dan rakyat Indonesia.

Karena itu PERSADA dengan semua anggotanya mempunyai komitmen berbakti semaksimal mungkin membalas budi kepada pemerintah dan rakyat Indonesia yang telah memberi kesempatan, baik langsung maupun tidak langsung untuk mengembangkan diri pribadi dengan menimba ilmu di Jepang.

Berkaitan dengan itu, maka setelah diadakan pertimbangan - pertimbangan bersama yang mendalam, disepakati untuk mendirikan universitas, sebagai lembaga untuk mencerdaskan bangsa. Tepatnya pada tanggal 6 Juli 1986 dengan dana swadaya dari masing-masing anggota PERSADA, tanpa adanya bantuan dari pihak luar, berdirilah UNIVERSITAS DARMA PERSADA (UNSADA), sebagai monumen hidup, kebanggaan para alumni dari Jepang. UNSADA menjadi perhatian masyarakat Jepang, diantaranya Perdana Menteri Jepang Takeo Fukuda (Alm) dan juga Kaisar Akihito dan Permaisuri Michiko telah berkunjung ke Universitas Darma Persada.

Pada suatu acara penyampaian sumbangan dari Japan Indonesia Oil Company (JIOC) kepada Universitas Darma Persada waktu itu Duta Besar Jepang Sumio Edamura dalam sambutannya menyatakan kekagumannya dan kebanggaannya, karena menurutnya Universitas Darma Persada adalah satu-satunya universitas didunia yang didirikan oleh alumni dari Jepang.

Sampai saat ini, dalam usia 52 tahun, PERSADA tidak hanya berkumandang dibatas wilayah Indonesia, tetapi sudah dikenal di tiap-tiap negara ASEAN. PERSADA dengan 16 Kantor Daerah / Cabang diseluruh Indonesia dan Perwakilan di Tokyo - Jepang, merupakan salah satu Chapter dari Asean Council of Japan Alumni (ASCOJA) yang telah menggabungkan para alumni dari Indonesia (PERSADA), Philippina (PHILFEJA), Malaysia (JAGAM), Singapura (JUGAS), Thailand (OJSAT), Brunei Darusalam (BAJA), Vietnam (JAV), Camboja (JAC)

Sedang di Jepang, atas prakarsa mantan Perdana Menteri Jepang H.E.Takeo Fukuda (alm) telah terbentuk ASJA ( ASIA JAPAN ALUMNI ) INTERNATIONAL sebagai mitra karya ASCOJA.

Dalam setiap pertemuan ASCOJA (ASCOJA Conference) yang diadakan setiap 2 (dua) tahun sekali di ibu kota negara chapter ASCOJA, dalam sambutannya Perdana Menteri Jepang selalu menekankan pentingnya ASCOJA sebagai jembatan sarana meningkatkan hubungan persahabatan yang baik serta kerjasama antara bangsa-bangsa ASEAN dan Jepang untuk kesejahteraan dan kedamaian di wilayah Asia khususnya dan dunia pada umumnya.

Dalam kegiatan-kegiatannya yang berhubungan dengan Jepang, PERSADA pernah bekerjasama dengan Harmony Center dan International Youth Association of Japan (KSKK) menyelenggarakan Pertukaran Remaja Indonesia - Jepang (PRIJ) yang dilaksanakan setiap tahun sekali, Juga diadakan Japan Education Fair ( Pekan Pendidikan Jepang) secara berkala di Jakarta untuk peningkatan study lanjutan di Jepang dalam rangka kerjasama antara PERSADA / Universitas Darma Persada dan Association of International Education, Japan yang menghimpun perguruan-perguruan tinggi di Jepang.

Program tahunan TSUDOI ( Reuni ) bagi alumni dinegara-negara ASEAN yang diselenggarakan oleh Gaimusho (Kementrian Luar Nageri Jepang) merupakan kesempatan bagi alumni Indonesia untuk bersilaturahmi dengan teman-teman dari negara-negara ASEAN dan juga dengan masyarakat Jepang untuk memperbaharui serta meningkatkan hubungan baik yang sangat berharga bagi usaha-usaha kerjasama dipelbagai bidang.

Didalam negeri, bersama-sama dengan kelompok alumni dari luar negeri antara lain : dari Jerman ( PAJ ) Perancis ( IAPI ) Inggris (IABA ) Negeri Belanda ( IKANED ) Swiss (IAS ) Amerika ( ALUMNAS ) Kanada (CALINDO) Australia (IKAMA), Rusia (INSAN NAUKA), PERSADA telah ikut memperkarsai terbentuknya Forum Komunikasi Alumni Luar Nageri ( FOKAL ). Sebagai wadah untuk membina hubungan baik antar alumni luar negeri serta meningkatkan kegiatan-kegiatan dipelbagai bidang antara lain sosial budaya, pendidikan, ekonomi dll. diluar politik.